Langkah Pertama

by - Senin, Januari 22, 2018



sumber: Google
“Langkah pertama adalah sebuah awal untuk langkah-langkah berikutnya”

Dalam sebuah acara TV, saya pernah melihat sebuah jam alarm yang sangat menarik. Berbeda dari biasanya, jam alarm ini berbentuk seperti alat timbangan berat badan dimana alarm ini baru akan berhenti jika sang pemiliknya berdiri diatasnya selama sepuluh menit. Lebih menariknya lagi, jam alarm ini sangatlah mahal. Namun, menurut keterangan iklannya, jam ini sangat ampuh untuk membuat sang pemilik yang malas bangun di pagi hari untuk secara terpaksa bangun dan berdiri demi menghentikan alarmnya. Sebenarnya, jam alarm ini bukanlah bahasan utamanya, poin penting disini adalah bagaimana sebuah langkah awal itu sangat mahal harganya. Dan hari ini, aku pun mencoba mengambil langkah itu.
Hari ini adalaha hari perdana keberadaanku dalam sebuah komuntas menulis. Setelah sekian lama hanya sekedar ingin menulis, akhirnya aku pun mengambil sebuah langkah pertama untuk bergabung disini. Mencoba maju, mencari cara-cara terbaik utuk mewujudkan keinginan yang sempat bersemayam lama dalam raga tanpa aksi ini. ya! Keinginan menulis ini sudah ada jauh dari awal rasa kecintaanku pada dunia baca. Semakin banyak buku yang kubaca, semakin banyak pula catatan penting yang ingin disimpan. Namun, apakah saat itu aku sudah mulai menulis? Tidak! Saat itu yang terbayang dalam pikiran bahwa menulis adalah sebuah bakat indah yang dilahirkan secara turun temurun sejak dari nenek moyang terdahulu. Jadi bagi diriku yang saat itu tidak memiliki riwayat keluarga penulis sama sekali merasa bahwa merupakan sebuah mimpi untuk menulis, apalagi menjadi seorang penulis. Hal tersebut merupakan ketidakmungkinan yang nyata, itulah yang dipikirkan saat itu. Pikiran yang menghentikan keinginan ini. pikiran yang membuat gairah itu meredup dan hilang ditelan waktu.
Akhirnya, bagaikan padang tandus yang dialiri kembali, keinginan itu datang kembali. Ia hadir dengan wujudnya yang lebih matang. Kali ini, keinginan menulis itu datang bersamaan  dengan sebuah langkah awal yang mencoba membersamainya. Menjadi saksi perjuangan baru dalam sebuah fase kehidupan. langkah pertama ini akan menjadi sebuah saksi bahwa perjuangan ini pernah dimulai. bersama dengan waktu, langkah pertama ini akan menjadi langkah kedua, ketiga, dan seterusnya. sehingga suatu hari nanti, aku akan tersenyum kembali melihat tulisan ini. tersenyum dan berkata pada diri, terimakasih untuk memberi kesempatan pada langkah awal ini. selamat berjuang untuk langkah panjang berikutnya. 

#Onedayonepost
#ODOPbatch5
 


You May Also Like

1 komentar

  1. Ada beberapa typo sepertinya ya... adalah, komunitas.
    Juga ada huruf setelah titik belum kapital...

    BalasHapus

Instagram