Samudera kehausan

by - Senin, Januari 22, 2018

Apa sih yang pertama sekali terpikirkan saat disebutkan samudera kehausan?
Jika pertanyaan itu ditujukan kepadaku, maka dengan sangat lugas aku akan menjawab bagaimana mungkin sang samudera pemilik air bah merasa kehausan. Bukankah ini pertanyaan yg tidak masuk akal?
Namun sejatinya, hal tersebut benar adanya. Samudera pun bisa kehausan. Dia merasa kehausan dalam ketamakannya, dalam ketidakcukupannya.
Najwa Zebian dalam bukunya mind platter pernah menuliskan "Have you ever seen  a thirsty ocean? Or air grasping for breath? Has it ever seemed that the sky wanted to stretch out more or that the rainbow wanted more colours? Before you ask for something, look at what you already have".
Samudera kehausan, pelangi yang membutuhkan lebih warna adalah gambaran sebuah ketidaksyukuran. Hal ini bukanlah sesuatu jauh, pun bukan hal yang tidak pernah terjadi. Betapa seringnya dalam kehidupan, saya dan kita lah yg menjadi sang samudera kehausan. Menginginkan akan sesuatu lagi dan lagi. Kita terlampau sering fokus pada hal yang tidak kita punya. Namun hampir tak pernah mensyukuri segala hal yang  kita miliki. Padahal, udara yang bersih, kesehatan yang baik, bahkan keluarga yang penyayang adalah hal sederhana yang merupakan rahmat yang luar biasa. Allah SWT berfirman dalam Al-qur'an surat Ibrahim : 7. "Apabila kamu bersyukur maka akan Aku tambah nikmat bagimu, dan apabila kamu kufur maka sungguh azabKu sangatlah pedih".
Semoga kita selalu menjadi bagian manusia penuh kesyukuran. Manusia yang selalu berterimakasih terhadap segala nikmat sekecil apapun dalam hidupnya.

#onedayonepost
#ODOPbatch5

You May Also Like

0 komentar

Instagram