Aku dan Kisah Perjalananku (2)
| Universitas Gottingen, Germany |
Waktu pun terus berlalu, sang gadis labil itu pun akhirnya mulai memasuki fase baru dalam kehidupannya, menjadi seorang mahasiswi. Kata orang "masa-masa kuliah adalah masa yang paling menentukan kedewasaan", ini sih kata orang. Saat itu, dengan bekal mimpi-mimpi dan passion yang ditumbuhkan sebelumnya, dia ingin lebih berkembang di dunia perkuliahan. Ternyata, kenyataan tak selalu berjalan sesuai perencanaan. Bukanlah mudah menjadi seorang mahasiswi tanpa pengalaman untuk memulai kehidupan yang baru. Tantangan perkuliahan membuat mimpi itu kembali menghilang. Hilang ditelan waktu dan aktifitas yang baru.
Akhirnya, Allah pun kembali mempertemukannya pada teman-teman penuh semangat. Dia juga bergabung dengan komunitas yang membuatnya lebih hidup. Mereka seakan menyadarkan bahwa hidup lebih dari sekedar masuk kuliah dan menyelesaikan tugas. Dia kembali menata mimpi-mimpi terdahulu, merangkai kembali puzzle keinginan yang sempat berserakan. Sehingga perjalanan hebat pertamanya pun dimulai. Terpilih menjadi kandidat Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) untuk negara India adalah langkahnya yang pertama. Masih kental diingatannya, saat masih di sekolah SMA dia pernah menuliskan ingin naik pesawat gratis, diantar penuh bangga ke bandara. And see! Akhirnya Allah jawab doanya, tidak saat itu juga, tidak pula beberapa bulan setelahnya. Akan tetapi bertahun-tahun setelahnya saat dia benar-benar siap. Allah knows best, kiranya pernyataan ini benar adanya. Perjalanan ini juga mewujudkan mimpi terselubung lainnya yaitu ingin melihat dunia lebih luas. Dunia yang lebih dari sekedar Indonesia yang dikenalnya. Tahun 2016, adalah tahun sejarah perjalanan panjang itu dimulai. Langkah awal yang kemudian menjadikannya menyusun langkah-langkah berikutnya. Dia percaya bahwa melihat lebih luas akan menjadikannya berpandangan lebih luas. Mimpi dan keinginan yang dulunya tersimpan rapi dalam lipatan kertas, berbuah manis menjadi perjalanan indah.
Akhirnya, Allah pun kembali mempertemukannya pada teman-teman penuh semangat. Dia juga bergabung dengan komunitas yang membuatnya lebih hidup. Mereka seakan menyadarkan bahwa hidup lebih dari sekedar masuk kuliah dan menyelesaikan tugas. Dia kembali menata mimpi-mimpi terdahulu, merangkai kembali puzzle keinginan yang sempat berserakan. Sehingga perjalanan hebat pertamanya pun dimulai. Terpilih menjadi kandidat Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) untuk negara India adalah langkahnya yang pertama. Masih kental diingatannya, saat masih di sekolah SMA dia pernah menuliskan ingin naik pesawat gratis, diantar penuh bangga ke bandara. And see! Akhirnya Allah jawab doanya, tidak saat itu juga, tidak pula beberapa bulan setelahnya. Akan tetapi bertahun-tahun setelahnya saat dia benar-benar siap. Allah knows best, kiranya pernyataan ini benar adanya. Perjalanan ini juga mewujudkan mimpi terselubung lainnya yaitu ingin melihat dunia lebih luas. Dunia yang lebih dari sekedar Indonesia yang dikenalnya. Tahun 2016, adalah tahun sejarah perjalanan panjang itu dimulai. Langkah awal yang kemudian menjadikannya menyusun langkah-langkah berikutnya. Dia percaya bahwa melihat lebih luas akan menjadikannya berpandangan lebih luas. Mimpi dan keinginan yang dulunya tersimpan rapi dalam lipatan kertas, berbuah manis menjadi perjalanan indah.
Dan lagi, satu tahun setelahnya, kembali Allah mengabulkan hal besar yang bahkan tidak pernah dimimpikan sebelumnya. Menjajakkan tanah Eropa benar-benar tidak ada dalam kamus mimpinya saat itu. Mengingat jaraknya yang sangat jauh dan kemungkinan yang bisa dibilang cukup mustahil saat itu membuatnya bahkan tak berani untuk sekedar bermimpi. Tapi lagi dan lagi, Allah knows best. Allah izinkan dirinya merasakan nikmatNya di belahan dunia yang lain. Akhirnya, Oktober 2017, adalah saksi perjalanan selanjutnya antara dia dan 13 orang teman Indonesia lainnya dalam program Life of Muslim in Germany (LMG) 2017. Dan program ini juga merupakan cikal bakal pertemuannya dengan salah satu program kepenulisan hebat One Day One Post (ODOP). Jika ditanyakan apakah hal yang sangat ingin dia disampaikan, maka tidak ada yang lebih penting dari syukur yang bertambah-tambah. Allah izinkan dia mengukir bahagianya, dan dia selalu percaya bahwa Allah juga memberikan hal yang sama pada makhlukNya yang lainnya, tentu saja dengan caraNya, meski berbeda.
So, dimanakah dia saat ini? Ya! Dia sedang menulis satu kisah perjalanannya dari kisah- kisah perjalanan hebat lainnya. Dia yang sedang menunggu Allah izinkan untuk perjalanan hebat lainnya. Dia yang akhirnya menjadi saya.
So, dimanakah dia saat ini? Ya! Dia sedang menulis satu kisah perjalanannya dari kisah- kisah perjalanan hebat lainnya. Dia yang sedang menunggu Allah izinkan untuk perjalanan hebat lainnya. Dia yang akhirnya menjadi saya.
#onedayonepost
#ODOPbatch5
#Tantangan

9 komentar
Wiih kece kisahnya, barakallah kak..semoga bisa menginspirasi banyak orang terkhusus saya 😊
BalasHapusMakasih untuk ceritanya..mengingatkan saya untuk tidak ada salahnya bermimpi namun tetap berusaha untuk bisa mewujudkannya.
BalasHapusthe power of dream... smg aq bisa menginjakkan kaki juga di eropa
BalasHapusAlhamdulillah. Suka kisahnya 😊
BalasHapusBarokallah....
BalasHapusSemoga menanjaki tangga impian selanjutnya Kak...
Semoga kita semua terkabul akan harapan-harapannya....
barakallah
BalasHapusWah, hebat. Selamat ya....:)
BalasHapusWahh hebat sekali kak. Salam kenal dari planet venus kak:v semoga aku bisa kayak kakak 😊😊
BalasHapusWahh hebat sekali kak. Salam kenal dari planet venus kak:v semoga aku bisa kayak kakak 😊😊
BalasHapus