Saat pertama sekali memilih program ASEAN Student Visit India (ASVI), Taj Mahal merupakan salah satu daya tarik saya dalam memilih India sebagai negara tujuan. Pada dasarnya, Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) untuk tahun 2016 memiliki lima kuota untuk lima negara yang berbeda yaitu Australia, Malaysia, China, ASEAN-Jepang, dan India, yang merupakan pilihan akhir saya. Taj Mahal memang memiliki pesona yang membuat orang-orang ingin mengunjungi India. Selain bollywood, icon India yang satu ini memang menyimpan cerita dan kemegahan yang menjadikannya terus menjadi keajaiban dunia.
Taj mahal memang bukanlah sebuah mesjid, ia adalah bangunan persempahan rasa cinta sang raja kepada ratunya Mumtaz mahal yang meninggal saat melahirkan anaknya yang ke empat belas. Sang raja sangat mencintai ratu Mumtaz, hingga setelah kehilangannya, raja pun membangun simbol rasa cinta ini kepadanya. Namun, walaupun Taj Mahal bukanlah mesjid, disisi kiri taj mahal terdapat sebuah mesjid. Dan mesjid ini masih aktif digunakan hingga saat ini. Hal inilah kemudian yang menjadi alasan kenapa tempat ini ditutup pada hari jum’at, karna pada hari jum’at, umat muslim disekitar Taj Mahal melakukan ibadah shalat jum’at. Tidak hanya itu, selama kami di India, kawasan taj mahal merupakan salah satu tempat dimana saya bisa melepaskan kerinduan terhadap suara Adzan. Hal ini tidak mengherankan, mengingat berdasarkan sejarah, taj mahal dibangun masa pemerintahan Mughal dengan rajanya yang beragama Islam. Sejarah ini juga menjadi karakteristik bangunan itu sendiri, dimana selain memiliki gerbang dengan kaligrafi surat Al-Fajr, keempat sisi utama dari pintu taj mahal juga dihiasi dengan surat Yasin lengkap. Pada pintu-pintu kecilnya, terdapat beberapa surat Al-Qur’an yang mengandung makna tentang kejadian dan kehidupan di akhirat.
Sebagai seorang muslim, mengetahui bahwa kuatnya pengaruh Islam dalam setiap sudut dari Taj Mahal adalah sebuah kebahagian tersendiri, sehingga akhirnya saya bisa bercerita kepada teman-teman bahwa Taj Mahal memang bukanlah sebuah mesjid, tapi Taj Mahal menampilkan atmosphere keislaman di dalamnya. Wallahu’alam
(tulisan ini juga telah dipublikasikan di www.sekolahmurabbi.com)

0 komentar